–>

Senin, 28 Februari 2022

Pentingnya Pemahaman Mengenai Alat Berat Dan Manajemen Yang Tepat

 

pixabay

Dalam melakukan pekerjaan konstruksi, dibutuhkan yang namanya perencanaan. Di mana, perencanaan ini memang harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. Dengan tujuan, agar pekerjaan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Mulai dari tahap studi kelayakan, kemudian detail engineering design, sampai ke tahap pelaksanaan atau pembangunan.  Hal-hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan output sesuai harapan di awal. 

Dan untuk mencapai hasilnya, waktu menjadi hal yang juga penting diperkirakan, kemudian ada juga alat berat apa saja yang akan digunakan, sampai dengan bahan-bahan yang dibutuhkan dan akan digunakan.

Adapun alat berat yang nantinya digunakan ketika proses pengangkutan, penggalian, dan juga penimbunan adalah dump truck dengan excavator. Kedua jenis alat berat ini merupakan alat berat konstruksi yang sangat sering digunakan. Bahkan, nyaris semua proyek menggunakan keduanya. Sehingga, sebuah perusahaan memang harus dapat memilih exvactor yang memiliki kemampuan sangat baik, dan bisa digunakan di kondisi lapangan tertentu. Sama halnya dengan pemilihan dump truck.

Kalau untuk dump truck sendiri penggunaannya meski sesuai dengan kondisi lapangan, waktu, biaya, dan juga volume material yang akan diangkat. Sehingga, besarnya kapasitas sebuah dump truck pasti akan tergantung dengan waktu yang nantinya diperlukan dalam membuat materialnya ke dalam truk yang digunakan. Adapun tujuan dari pemilihan alat berat yang tepat  adalah untuk menciptakan kelancaran selama proses pembangunan, apapun proyeknya.

Karena jika sampai salah pilih alat akan berdampak terhadap banyak hal nantinya. Seperti terlambatnya proyek selesai, molor, sampai dengan manajemen waktunya yang tidak efisien. Dan ini tentu akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Sehingga, dalam proses pemilihan ini, harus ada pihak yang memang memiliki pemahaman bagus dan benar akan alat-alat berat yang akan digunakan. Hal ini agar semua berjalan dengan baik dan lancar. Di mana, pemilihan alat berat yang baik dan tepat dibutuhkan untuk proyek apapun. Termasuk dalam proses pembuatan bendungan.

Jadi sebenarnya, alat berat apapun yang dibutuhkan, memang harus dipilih dengan tepat. Adapun saran dari kami, pilihlah alat berat berkualitas yang berasal dari perusahaan atau brand ternama. Karena perusahaan ternama pasti menawarkan produk yang berkualitas, yang akan menunjang proses pengerjaan proyek nantinya. Untuk saat ini, sudah cukup banyak perusahaan yang menawarkan alat berat dengan kualitas cukup baik. Namun, usahakan untuk menggunakan alat berat yang berasal dari perusahaan besar dan terkenal di tanah air.

Jika semua alat beratnya sudah dibeli, perusahaan Anda membutuhkan sistem manajemen yang baik untuk mengatur semua alat berat yang ada. Sistem manajemen yang baik untuk dipilih adalah HEMS. HEMS merupakan kependekan dari Heavy Equipment Management System. Yang mana, ia adalah sebuah program yang basisnya adalah sebuah web. Yang akan berperan untuk memudahkan Anda dalam mengelola berbagai macam jenis alat berat. Yakni, dengan sangat mudah, cepat, dan simple. 

 Yang paling menarik dari sistem yang berbasis web ini adalah, ia bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Karena tidak dapat dipungkiri, bahwa kebutuhan perusahaan yang satu dengan yang lain pasti berbeda. Layanan ini akan diberikan selama setahun. Mulai dari menyusun database awal, kemudian membangun sistem, membuat program, dan lain sebagainya.

Itulah dia sekilas mengenai pentingnya pemahaman mengenai alat berat dan manajemen yang tepat yang meski diperhatikan.

 

 

 

 

 

Ketahui Tips Aman Pengoperasian Alat Berat

pixabay

Dalam proses pembangunan sebuah proyek, alat berat mempunyai atau memegang peranan yang sangat penting. Alat berat ini sendiri dapat diartikan sebagai  mesin yang mempunyai ukuran besar, yang dirancang khusus untuk menjalankan fungsi konstruksi. 

Mulai dari pengerjaan tanah, pembangunan gedung, jalan, bendungan, pertambangam, perkebunan, ataupun yang lainnya. Misal, ada alat berupa exvactor, kemudian loader, mixer, crane, dump truck, dan lain sebagainya. Meskipun tergolong sangat membantu dan memudahkan pengerjaan berbagai proyek, namun tetap saja, alat ini meski digunakan dengan baik. Karena jika tidak, bisa menyebabkan risiko kecelakaan yang besar.

Apalagi sebenarnya, di perusahaan konstruksi, alat berat yang dimiliki bukan hanya satu jenis, dan satu tipe saja. Melainkan ada banyak sekali tipe dan jenis, dengan kegunaan dan fungsi yang berbeda. Di mana, seluruh alat tersebut meski dikelola dengan baik menggunakan sistem manajemen yang tepat. Misal, dengan menggunakan sistem manajemen HEMS. HEMS merupakan kependekan dari Heavy Equipment Management System.

Yang mana, ia adalah sebuah program yang basisnya adalah sebuah web. Yang akan berperan untuk memudahkan Anda dalam mengelola berbagai macam jenis alat berat. Yakni, dengan sangat mudah, cepat, dan simple.   Yang paling menarik dari sistem yang berbasis web ini adalah, ia bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda. Karena tidak dapat dipungkiri, bahwa kebutuhan perusahaan yang satu dengan yang lain pasti berbeda. Layanan ini akan diberikan selama setahun. Mulai dari menyusun database awal, kemudian membangun sistem, membuat program, dan lain sebagainya.

Tips menggunakan alat berat

bIasanya, kecelakaan kerja yang diakibatkan oleh penggunaan alat yang salah bisa mengakibatkan cedera yang cukup serius. Bahkan, tidak jarang juga memakan korban jiwa. Kecelakaan terbesar diakibatkan oleh human error, atau kesalahan manusianya.  Itulah mengapa, sebuah perusahaan meski memiliki tenaga yang profesional, yang dapat mengoperasikan alat dengan baik dan benar.

Adapun potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari perngoperasian yang kurang tepat ialah alar terguling, tumbang, ataupun terjungkal ke arah depan, pekerja akan tertimpa ataupun terjepit alat, atau jatuh dari alat beratnya, pekerja tersengat listrik, dan pekerja tertabrak alat berat.

 Sementara penyebabnya bisa saja karena pelatihan operator yang memang kurang memadai, lingkungan sekitar atau lingkungan kerja kurang aman, adanya kelainan pada inspeksi dan pemeliharaan, pengoperasian yang tidak sesuai prosedur yang ada, desain mesin cacat, dan beberapa yang lainnya. Oleh karena itu, berikut adalah tips aman jika akan mengoperasikan alat berat.

1.      Survey lokasi

Yang pertama ialah dengan melakukan survey terlebih dahulu. Karena rencana pengerjaannya meski dikomunikasikan kepada seluruh pihak yang terlibat. Jika memang diperlukan, seorang spotter meski ditunjuk agar bisa membantu pihak operator.

2.      Melakukan persiapan

Yang berikutnya ialah dengan melakukan persiapan.  Pastikan bahwasanya alat berat yang digunakan dalam kondisi baik dan layak untuk digunakan. Anda dapat melakukan pengecekan dengan menggunakan formulir pemeriksaan yang ada. Jika memang terdapat kerusakan, maka laporkan sesegera mungkin, dan lakukan perbaikan. Kalau memang perlu, gunakan juga Alat Pelindung Diri.

Dua tips diatas memang terkesan sederhana, namun mempunyai dampak yang besar terhadap proses pengerjaan dan pengoperasian alat berat artinya. Khususnya tips yang kedua. Itulah mengapa, kedua tips di atas memang benar-benar meski dilakukan dengan baik dan tepat untuk menghindari hal-hal buruk terjadi.

 

 

Minggu, 27 Februari 2022

Macam Macam Truk Pengangkut Alat Berat dan Sistem Manajemen Terbaik untuk Mengelolanya

 

pixabay

Truk adalah salah satu jenis alat berat yang tergolong pada alat pengangkut material pada klasifikasi fungsional. Alat berat yang satu ini memiliki design yang luas dan mampu mengangkut beban yang berat. Dalam proyek konstruksi, ternyata jenis truk sangat banyak. Pada kesempatan kali ini kita akan mengetahui macam- macam truk pengangkut alat berat.

Macam- Macam Truk Pengangkut Alat Berat

1. Truk Tronton

Truk Tronton terdengar familiar bagi sebagian orang. Ketika kita melewati jalan raya, secara tidak sengaja kita pasti berpapasan dengan truk tronton. Truk tronton adalah jenis truk yang berukuran panjang dan luas. Biasanya truk ini menggunakan 10- 12 buah ban untuk bergerak. Dengan banyak ban tersebut, truk tronton mampu mengangkut banyak material dalam sekali angkut. Bahkan lebih hebatnya, Truk tronton mampu mengangkut beban sebanyak 20 ton. Alat berat ini berguna untuk mengangkut material seperti besi ulir, tiang pancang, dan sebagainya sesuai dengan ukuran bak.

2. Trailer Truck

Berikutnya yaitu Trailer Truck. Trailer Truck termasuk pada jenis truk terbesar dan terpanjang melebihi truk tronton. Tahukah anda, bahwa Trailer Truck memiliki ban sebanyak 16 sampai 20 buah? Dengan jumlah tersebut, Trailer Truck juga bisa mengangkut material sampai dengan bobot 26 ton. Alat berat jenis ini cukup populer dan banyak digunakan. Karena mampu membawa beban yang banyak.

3. Truk Lowbed

Truk lowbed merupakan salah satu truk yang berfungsi untuk mengangkut alat berat. Anda mungkin pernah melihat truk tanpa bak yang mengangkut sebuah excavator. Nah, itulah truk lowbed. Trik ini memiliki sasis yang lebih rendah. Sasis yang rendah berguna untuk memudahkan naik turunnya alat berat saat dipindahkan. Keunggulannya, Truk lowbed lebih panjang dari truk jenis lain.

4. Truk Lossbak

Sesuai dengan namanya, Truk Lossbak adalah truk yang tidak mempunyai bak. Bagian belakang truk di design tanpa bak supaya memudahkan mengangkut alat berat jenis apapun. Jadi, kita tidak akan takut alat berat yang diangkut tidak muat. Truk Lossbak meruapakan sebuah sebutan untuk jenis truk lainnya yang tidak memiliki bak.

5. Off Highway Truck

Off Highway Truck sering dijumpai pada area pertambangan. Truk ini memiliki desain yang berbeda dari truk kebanyakan. Alat berat ini memiliki ban dengan ukuran besar dengan jumlah 6. Biasanya, off highway truck berfungsi untuk mengangkut batu bara dan hasil tambang lainnnya.

6. Truck Self Loader

Truck Self Loader juga termasuk pada jenis truk pengangkut alat berat yang populer. Jenis truk ini dilengkapi dengan teknologi hidrolik. Sehingga, truk dapat menyesuaikan kemiringan posisi pada saat proses pengangkutan alat berat maupun pada saat menurunkan alat berat dari truk. Contoh alat berat yang menggunakan angkutan ini yaitu Bulldozer dan excavator.

7. Truk Towing

Disamping berguna untuk mengangkut mobil yang berhenti di jalan tol, Truk towing juga sering digunakan untuk mengangkut alat berat. Perbedaannya, alat berat yang bisa diangkut oleh Truk Towing berukuran kecil. Seukuran dengan mobil- mobil pribadi.

Itulah 7 macam truk pengangkut alat berat yang sering digunakan. Nah, untuk memelihara truk pengangkut sekaligus alat beratnya. Perusahaan membutuhkan sebuah sistem manajemen yang memanfaatkan teknologi. Kini hadir layanan HEMS atau Heavy Equipment Management System. Layanan ini menawarkan jasa pembuatan sistem berbasis web khusus untuk manajemen alat berat konstruksi. HEMS menawarkan layanan 12 bulan untuk membuat sistem yang terintegrasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam mengelola alat berat.

Mengenal Alat Berat Crane Beserta Sistem Managemen yang Tepat

 

pixabay

Setelah mengetahui jenis- jenis alat berat dalam pembangunan konstruksi. Pada artikel kali ini, kita akan membahas salah satu jenis alat berat yaitu Crane. Sekilas mungkin anda sudah mengetahui seperti apa alat berat crane. Yups, alat berat crane merupakan alat berat yang berguna untuk mengangkut beton maupun besi pada posisi yang lebih tinggi. Agar lebih jelas berikut ulasannya.

Apa itu Alat Berat Crane

Crane merupakan alat berat yang berfungsi untuk mengangkut material pada proyek pembangunan. Meskipun terlihat sama fungsinya dengan excavator. Jika kita lihat secara seksama, kedua alat berat ini memiliki perbedaan. Crane sebagai alat berat pengangkut, mengangkut material atau barang secara horizontal dan vertikal untuk memindahkannya pada tempat yang seharusnya.

Alat berat ini dapat berputar seperti jarum jam yaitu 360 derajat. Tahukah anda, bahwa crane terbagi menjadi beberapa jenis lagi. Berikut jenis alat berat crane.

Jenis Alat Berat Crane

Crawler Crane

Sesuai dengan namanya, crawler crane adalah alat berat crane dengan roda rantai atau crawler sebagai komponen mobilitas. Crawler crane mampu mengangkut dan memindahkan material berdasarkan radius jangkauan crane. Mobilisasi pada jarak yang dekat dapat memfaatkan alat penggeraknya. Namun, untuk mobilisasi jarak jauh, crawler crane harus berpindah dengan memanfaatkan truk pengangkut.

Tower Crane

Tower Crane adalah jenis crane yang memiliki jangkauan crane sebesar 360 derajat. Jenis crane ini sangat umum ditemui pada konstruksi pembangunan bertingkat seperti pembangunan hotel maupun sebagainya. Tower crane berfungsi untuk memindahkan dan mengangkut material pada daerah yang lebih tinggi. Alat berat ini memiliki sistem bongkar pasang, sehingga apabila akan menggunakannya harus dipasangkan terlebih dahulu.

Jip Crane

Jip Crane yaitu jenis crane yang mampu mengangkat beban dengan bobot berat. Berdasarkan jangkauannya, Jip Crane dibagi menjadi 2 yaitu Post Jib dan Wall Jib.Post Jib memiliki jangkauan sebesar 360 derajat dengan kapasitas beban 0,5 ton sampai 20 ton. Sedangkan Wall jin merupakan crane memiliki luas jangkauan sebesar 180 derajat dengan kapasitas beban 0,5 ton sampai 5 ton.

Mobile Crane

Mobile crane adalah jenis alat berat berbentuk truk yang dilengkapi crane diatasnya. Crane ini berfungsi untuk menjangkau benda- benda atau material yang tinggi. Mobile crane mempunyai 4 roda dan 4 kaki penopang yang berada pada sisi crane. Hal terseut berguna untuk menahan beban angkut agar tetap seimbang saat beroperasi.

Hidraulik Crane

Hidraulik Crane merupakan jenis alat berat crane yang menggunakan tekanan hidrolik. Crane ini tidak dapat berpindah tempat dan hanya beroperasi untuk memindahkan beban khusus. Area jangkauan hidraulik crane yaitu sebesar 180 derajat. Tekanan hidraulik dapat memberikan tenaga angkut yang besar pada alat berat tersebut.

Demikianlah mengenai alat berat crane beserta jenisnya. Dalam mengelola dan mengatur alat berat, tentunya anda memerlukan sistem manajemen yang tepat. Kini hadir HEMS atau Heavy Equipment Management System yang akan memudahkan anda dalam mengelola alat berat. Layanan berupa jasa pembuatan sistem manajemen yang berbasis web.

HEMS memberikan clientnya layanan selama 12 bulan untuk mulai menyusun data base sesuai kebutuhan perusahaan. Kelebihannya, HEMS dirancang oleh designer web berpengalaman di bidang konstruksi bangunan. Sehingga, beliau tau bagaimana cara mengelola dan merawat alat berat. Dengan sistem tersebut, anda dapat mengelola beratur- ratus alat berat dalam satu sistem.

Sabtu, 26 Februari 2022

Mengenal Klasifikasi Alat Berat Operasional

pixabay

 

Konstruksi sebagai pekerjaan yang berat dan memerlukan tenaga lebih. Membutuhkan alat berat untuk menunjang operasionalnya. Karena pekerjaan pembangunan cukup rumit dan memerlukan banyak pekerja. Maka, perusahaan memanfaatkan alat berat untuk mengerjakan proyek agar lebih efektif dan efisien.

Proyek Konstruksi pasti memiliki beragam pekerjaan yang berbeda. Oleh karena itu, alat berat yang digunakannya pun bermacam- macam jenisnya. Tahukah anda, apa itu klasifikasi alat berat operasional?

Alat berat operasional adalah klasifikasi alat berat yang dapat dipindahkan atau dalam pengoperasiannya dapat dialihkan dari satu area konstruksi ke area yang lain. Agar lebih jelas berikut klasifikasi Alat berat operasional.

Mengenal Klasifikasi Alat Berat Operasional

Alat Berat Penggerak

Alat berat penggerak yaitu bagian atau komponen alat berat yang berfungsi untuk menggerakkan  atau mobilitas alat berat atau menerjemahkan mesin menjadu kerja. Klasifikasi ini meliputi komponen alat berat yang membuat alat berat menjadi bergerak.

Crawler

Bentuk alat berat penggerak pertama yaitu crawler. Crawler merupakan sebuah roda dengan bentuk kelabang dan ban karet. Alat penggerak ini berbentuk rantai yang dikendalikan oleh dua atau lebih roda. Dengan menggunakan crawler, alat berat dapat bergerak dengan baik pada permukaan yang lunak sekalipun. Sehingga, roda tidak akan terjebak ketika bergerak.

Belt

Alat penggerak berupa belt merupakan komponen yang terdapat pada conveyor belt.

Ban Karet

Ban Karet juga permasuk pada alat penggerak. Ban Karet berfungsi untuk menggerakkan alat berat untuk berpindah tempat. Alat penggerak ini memudahkan alat berat seperti truk maupun motor grader saat berjalan diatas permukaan. Shingga mobilitas alat berat lebih cepat dan ringan. Apalagi ketika alat berat berada pada permukaan yang keras dan kasar.

Alat Berat Statis

Alat berat statis merupakan bagian atau komponen yang berfungsi untuk menggerakkan alat berat tanpa berpindah tempat.

Tower Crane

Tower Crane yaitu jenis alat berat yang berfungsi untuk memindahkan material konstruksi. Alat ini dapat bergerak secara vertikal maupun horizontal untuk memindahkan material pada area pembangunan. Pekerja tidak mungkin bisa mengangkat material yang berat seperti beton atau yang lainnya. Oleh karena itu, crane sebagai alat berat statis dapat memindahkan beton tersebut pada tempat yang dikehendaki. Contohnya pada pembangunan hotel.

Crusher Plant

Crusher plant merupakan alat berat statis yang berfungsi untuk menghancurkan material besar. Pada proses pembangunan, crusher plant merupakan mesin penghancur. Alat ini bergerak untuk menghancurkan material seperti bebatuan agar menjadi bentuk yang lebih kecil.

Batching Plant

Batching Plant yaitu serangkaian yang berfungsi untuk memproduksi atau membuat campuran (mixer) untuk pembuatan beton. Rangkaian peralatan ini  biasanya ditempatkan pada area kerja tertentu untuk membuat campuran beton, rangkaian mesin Backing plant ini didukungan peralatan lain seperti, dumptruck, dozer, Truck mixer, dan truck mixer pump 

Demikian ulasan mengenal klasifikasi alat berat operasional. Disamping hal itu, untuk memelihara alat berat dengan baik. Perusahaan sebaiknya menggunakan layanan HEMS atau Heavy Equipment Management System. HEMS merupakan sistem manajemen alat berat berbasis web, sehingga lebih terintegrasi dengan teknologi.

Layanan ini memberikan pelayanan 12 bulan untuk pembuatan data base sekaligus membuat sistem yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Unggulnya, setiap perusahaan akan mempunyai sistem yang berbeda- beda. Terlebih lagi, sistem ini dibuat oleh seorang designer web berpengalaman pada bidang konstruksi bangunan. Bagaimana, apakah anda sudah tertarik untuk menggunakan HEMS sebagai sistem manajemen alat berat perusahaan?

Mengenal Klasifikasi Alat Berat Fungsional dan Sistem Manajamen yang Pas

 

pixabay

Penggunaan alat berat dalam proses pembangunan yakni untuk mempermudah pekerja dalam menyelesaikan proyek. Alat Berat bermanfaat untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif, efisien, dan efektif.

Tahukah anda, bahwa alat berat memiliki klasifikasi tersendiri? Nah, dari sekian banyak alat berat termasuk pada golongan mana alat berat yang anda miliki? Berikut adalah ulasan tentang mengenal klasifikasi alat berat fungsional.

Klasifikasi fungsional merupakan penggolongan jenis alat berat berdasarkan fungsi- fungsi utama dari sebuah alat berat. Berikut klasifikasi alat berat fungsional.

Mengenal Klasifikasi Alat Berat Fungsional

Alat Pengolah Lahan

Alat pengolah lahan merupakan klasifikasi alat berat fungsional yang pertama. Sebelum  melakukan pembangunan, biasanya lahan masih berbentuk kebun atau bukit. Oleh karena itu, diperlukan alat berat seperti Bulldozzer untuk melakukan pembukaan lahan kemudian mengolahnya. Klasifikasi alat berat ini berfungsi untuk mengolah lahan.

Alat Penggali

Berikutnya yaitu alat penggali. Dalam proyek pembangunan, proses penggalian menjadi hal yang umum. Baik penggalian tanah atau material tertentu. Untuk memudahkan penggalian, alat berat seperti excavator memiliki peran yang penting.  Excavator sebagai alat berat penggali, berfungsi untuk menggali permukaan tanah dan material.

Alat Pengangkut Material

Alat pengangkut material merupakan alat berat yang berfungsi untuk mengangkut material baik jarak tempuh yang dekat maupun jauh. Alat pengangkut material yaitu alat berat yang bersifat transportasi. Biasanya alat berat pengangkut material akan mengangkut material- material seperti pasir, dan sebagainya. Contohnya adalah Truck. Truck dapat mengangkut berbagai material untuk kebutuhan proyek pembangunan.

Alat Pemindahan  Material

Berbeda dengan alat pengangkut, alat pemindah material adalah alat yang tidak digunakan sebagai alat transportasi. Artinya, proses pemindahan material berlangsung dari satu alat ke alat lain.Contohnya yaitu loader.

Alat Pemadat

Berikutnya alat pemadat. Yang termasuk pada alat pemadat dalam proses konstruksi bangunan yaitu alat berat yang berguna untuk pengerasan lunak dan pengerasan kaku. Secara fungsional, alat pemadat akan berfungsi untuk memadatkan permukaan jalan, maupun permukaaan lainnya. Pemadatan biasanya ada pada proses pembuatan jalan. Contoh alat berat pemadat yaitu Roller atau penggilas.

Alat Pemrosesan Material

Alat pemrosesan material adalah alat berat yang berfungsi untuk memproses material alam seperti batuan dan lainnya menjadi suatu bentuk atau permukaan yang diinginkan. Alat berat yang termasuk pada klasifikasi ini adalah alat berat untuk mencampur material alam menjadi suatu material yang dibutuhkan untuk pembanguna. Material tersebut contohnya, semen, beton, aspal, dan sebagainya. Contoh alat berat jenis ini, yaitu asphalt mixing plant.

Alat Penempatan Akhir  Material

Berkaitan dengan alat pemrosesan material, alat penempapatan akhir material adalah alat berat yang fungsinya menempatkan material pada tempat yang seharusnya. Misalnya hasil dari alat pemrosesan adalah aspal. Kemudian aspal tersebut akan dihamburkan pada permukaan jalan menggunakan alat berat penempatan akhir material yaitu asphalt paver. Contoh lain dari alat penempatan akhir material yaitu motor grader dan concrete spreader.

Itulah klasifikasi alat berat fungsional. Perusahaan kontruksi pasti memiliki alat- alat berat tersebut. Semakin banyak alat berat yang dimiliki, maka perusahaan pun harus memiliki sistem manajemen alat berat yang baik. Oleh karena itu, perusahaan anda dapat menggunakan layanan HEMS atau Heavy Equipment Management System. Yang mana HEMS merupakan sebuah sistem manajemen alat berat berbasis we yang dibuat oleh designer web berpengalaman dalam bidang konstruksi.

Jumat, 25 Februari 2022

Tips Membeli Alat Berat Konstruksi yang Meski Diperhatikan

 

pixabay

Tips Membeli Alat Berat Konstruksi – Bagi perusahaan konstruksi, membeli peralatan untuk menunjang operasional sangat penting. Peralatan seperti alat berat termasuk aktiva yang harus diperbarui. Pasalnya, tidak mungkin sebuah perusahaan konstruksi menggunakan alat berat yang sudah tidak efektif.

Nah, dalam membeli alat berat. Anda harus mempertimbangkan beberapa hal. Jangan sampai anda asal membeli alat berat. Berikut tips membeli alat berat konstruksi.

Tips Membeli Alat Berat konstruksi

Mengenali Kebutuhan Perusahaan Anda

Tips pertama, anda harus mengenali kebutuhan perusahaan. Apa yang saat ini sedang dibutuhkan oleh perusahaan anda. Apakah alat berat yang hemat bahan bakar, atau mugkin alat berat yang mampu mengangkut material dalam kapasitas banyak?

Membuat Pertimbangan Sesuai Kondisi Perusahaan

Sebelum membuat keputusan untuk membeli alat berat. Buatlah pertimbangan sesuai dengan kondisi perusahaan. Pertimbangkan aspek- aspek lain seperti anggaran, tingkat efektivitas alat berat, maupun return yang akan didapatkan dari aktiva tersebut.

Mentukan Merek Alat Berat

Berikutnya, tentukan merek alat berat yang akan anda beli. Merek biasanya berbarengan dengan kualitas alat berat. Anda bisa memilih merek alat berat yang sudah terbukti memberikan kualitas yang bagus dari berbagai segi. Sekarang ini, banyak sekali merek alat berat yang beredar pada pasar. Seperti Komatsu,Hitachi, Doosan, dan lain sebagainya.

Menentukan Jenis dan Model Alat Berat

Menetukan jenis dan model alat berat juga termasuk langkah penting sebelum membeli alat berat. Jenis alat berat apa yang mampu memenuhi kebutuhan perusahaan anda? Atau model manakah yang memiliki fitur- fitur yang sangat membantu perusahaan? Meskipun sebuah alat berat bisa multi in one. Sebaiknya, anda tetap fokus pada kebutuhan yang paling penting. Seperti anda membutuhkan alat konstruksi untuk menggali tanah. Maka disarankan anda membeli alat berat yang unggul dalam menggali tanah. Pertimbangkan juga model alat berat, utamakan alat berat dengan model berteknologi terkini.

Memeriksa Alat Berat yang Akan dibeli

Tahap yang paling menentukan yaitu memeriksa alat berat yang akan anda beli. Mulai dari mesin, seri, komopnennya, dan segala hal yang berkaitan dengan alat berat tersebut. Jika anda membeli alat berat bekas, maka periksalah kerusakan yang ada pada alat berat. Seperti retakan- retakan kecil. Periksalah sejeli mungkin sebelum membeli alat berat.

Kelengkapan Dokumen

Pastikan dokumen alat berat yang akan anda beli itu sudah lengkap. Jangan sampai ada dokumen yang tertinggal atau mungkin ada dokumen yang tidak ada. Untuk menghindari penjualan ilegal dan penipuan, maka pastikan anda menerima seluruh dokumen alat berat secara lengkap.

Memeriksa Kondisi Fisik Alat Berat

Sebelum membeli, anda bisa melihat- lihat kondisi fisik alat berat. Periksalah kondisi fisik alat berat bersama orang yang memang sudah berpengalaman atau tahu mengenai komponen alat berat. Lihatlah seluruh bagiannya, pastikan semua dalam kondisi optimal dan siap digunakan.

Memilih yang Paling Ekonomis dan Kondisi Optimal

Terakhir berkaitan dengan harga alat berat itu sendiri. Pilihlah jenis dan model alat berat yang paling ekonomis namun tetap berada dalam kondisi optimal. Artinya, meskipun ekonomis alat berat tersebut bisa beroperasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

 

Setelah membeli banyak alat berat untuk operasional perusahaan. Perusahaan anda pasti membutuhkan sistem manajemen untuk alat berat tersebut. Anda dapat menggunakan jasa dari layanan HEMS atau Heavy Management System.