–>
Tampilkan postingan dengan label maintenance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maintenance. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2026

HEMS 101: Fondasi Sistem Manajemen Alat Berat Modern

Industri Alat Berat Sedang Mengalami Masalah Serius 

Industri alat berat saat ini berada dalam fase yang sangat menantang. Di satu sisi, permintaan proyek konstruksi, tambang, dan infrastruktur terus meningkat. Namun di sisi lain, banyak perusahaan justru mengalami penurunan profitabilitas, meskipun jumlah unit alat berat yang dimiliki semakin banyak. 

Masalahnya bukan pada jumlah alat, tetapi pada cara mengelola alat tersebut. Banyak perusahaan masih mengandalkan pencatatan manual, spreadsheet, atau bahkan komunikasi informal untuk mengelola operasional alat berat yang bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah per unit. 

Akibatnya, data menjadi tidak akurat, terlambat, atau bahkan hilang sama sekali. 
Beberapa gejala yang sering terjadi di lapangan: 
  •  Alat terlihat bekerja, tetapi tidak jelas produktivitasnya 
  •  Fuel consumption tidak terkontrol 
  •  Breakdown tidak tercatat dengan baik 
  •  Sparepart sering bocor tanpa jejak jelas 
  •  Operator dan jam kerja tidak sinkron dengan realita 

Dalam kondisi seperti ini, perusahaan sebenarnya tidak benar-benar tahu apakah mereka untung atau rugi di setiap unit alat berat yang dioperasikan. 
Masalah utama industri ini sederhana tetapi krusial: Tanpa sistem, alat berat hanya menjadi aset fisik, bukan aset produktif yang terukur. 
Di sinilah konsep HEMS (Heavy Equipment Management System) menjadi sangat penting. 

Apa Itu HEMS (Heavy Equipment Management System)? 

HEMS adalah sebuah sistem manajemen digital yang dirancang khusus untuk mengelola seluruh aspek operasional alat berat secara terintegrasi. 

HEMS bukan sekadar software pencatatan, tetapi sebuah sistem kerja terstruktur yang menghubungkan empat aspek utama: 

  •  Asset Management (pengelolaan unit) 
  •  Operational Management (operasi lapangan) 
  •  Maintenance Management (perawatan dan perbaikan) 
  •  Inventory Management (sparepart dan logistik) 
Dengan HEMS, setiap aktivitas alat berat tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem data yang saling terhubung.

Secara sederhana, HEMS dapat dipahami sebagai: “Sistem saraf digital untuk seluruh aktivitas alat berat di perusahaan.” Tanpa sistem ini, perusahaan seperti mengoperasikan ratusan alat berat dalam kondisi “blind spot” — tidak terlihat secara real-time dan tidak terukur secara akurat. 

HEMS Bukan Sekadar Software, Tapi Cara Kerja Baru 
Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap HEMS hanya sebagai aplikasi atau software. 
Padahal, HEMS adalah perubahan cara kerja. 
Sebelumnya: 
  •  Data dicatat manual 
  •  Laporan dibuat di akhir minggu atau akhir bulan 
  •  Keputusan berdasarkan intuisi 
 Dengan HEMS: 
  •  Data masuk langsung dari lapangan 
  •  Semua aktivitas tercatat real-time 
  •  Keputusan berbasis data aktual 
 
Transformasi ini sangat penting karena industri alat berat sangat sensitif terhadap: 
  •  downtime 
  •  konsumsi bahan bakar 
  •  produktivitas jam kerja 
  •  biaya maintenance 
Setiap keterlambatan informasi bisa berarti kerugian besar. 

4 Pilar Utama HEMS 
HEMS dibangun di atas empat pilar utama yang saling terhubung dan tidak bisa dipisahkan. 

1. Asset Management (Manajemen Aset) 

Pilar ini berfungsi sebagai fondasi utama sistem. 

Di dalamnya mencakup: 
  •  Data lengkap unit alat berat 
  •  Spesifikasi teknis 
  •  Status unit (aktif, standby, breakdown, idle) 
  •  Lokasi kerja alat 
  •  Status kontrak atau kepemilikan 
  •  Analisis utilisasi aset 
Dengan asset management yang baik, perusahaan dapat mengetahui: 
  •  alat mana yang paling produktif 
  •  alat mana yang sering bermasalah 
  •  alat mana yang tidak memberikan ROI 
Tanpa data ini, keputusan investasi alat baru sering tidak tepat sasaran. 

2. Operational Management (Operasional Lapangan) 

Pilar ini mengatur semua aktivitas operasional harian alat berat. 
Komponen utama: 
  •  HM/KM recording 
  •  timesheet operator dan alat 
  •  fuel usage tracking 
  •  aktivitas kerja per site 
  •  idle time monitoring 
Operational management menjawab pertanyaan paling penting: 
    “Alat ini benar-benar bekerja atau hanya terlihat bekerja?” 
Tanpa sistem ini, idle time sering tidak terlihat, padahal dampaknya sangat besar terhadap biaya operasional. 

3. Maintenance Management (Perawatan & Perbaikan) 

Maintenance adalah salah satu komponen biaya terbesar dalam industri alat berat. HEMS mengelola seluruh siklus maintenance: 
  •  Laporan kerusakan (breakdown reporting) 
  •  Preventive maintenance schedule 
  •  Work order system • Tracking perbaikan 
  •  Backlog maintenance 
Dengan sistem ini, perusahaan dapat beralih dari: maintenance reaktif → maintenance preventif Artinya, kerusakan dapat dicegah sebelum terjadi, bukan hanya diperbaiki setelah rusak. 

4. Inventory Management (Sparepart & Logistik) 

Pilar terakhir adalah pengelolaan sparepart dan logistik. 
Fungsinya meliputi: 
  •  monitoring stok sparepart 
  •  permintaan dari mekanik 
  •  proses approval logistik 
  •  pembelian (procurement) 
  •  penggunaan sparepart pada work order 
Masalah klasik di banyak perusahaan adalah: 
  •  sparepart hilang tanpa jejak 
  •  stok tidak sesuai sistem 
  •  pembelian tidak terkontrol 
Dengan HEMS, semua aliran sparepart menjadi transparan dan tercatat. 

Masalah Besar Perusahaan Tanpa Sistem 

Sebelum menggunakan sistem seperti HEMS, sebagian besar perusahaan menghadapi masalah berikut: 
  1. Data Tidak Akurat Catatan manual sering berbeda dengan kondisi lapangan. 
  2. Tidak Tahu Cost Per Unit Perusahaan tidak bisa menghitung biaya sebenarnya per alat. 
  3. Breakdown Tidak Terkontrol Kerusakan baru diketahui saat sudah parah. 
  4. Sparepart Bocor Penggunaan sparepart tidak tercatat dengan jelas. 
  5. Produktivitas Tidak Terukur Alat terlihat sibuk, tetapi tidak menghasilkan nilai optimal. 

Transformasi yang Dihasilkan HEMS 

Implementasi HEMS membawa perubahan besar dalam cara perusahaan mengelola alat berat. 
Dari Manual ke Digital Semua data tercatat otomatis dan terpusat. 
Dari Reaktif ke Preventif Kerusakan dicegah sebelum terjadi. 
Dari Data Terpisah ke Terintegrasi Semua divisi terhubung dalam satu sistem. 
Dari Lambat ke Real-Time Keputusan bisa diambil secara cepat. 

Cara Kerja HEMS dalam Praktik 

Secara sederhana, alur kerja HEMS adalah: 
  1. Operator atau mekanik memasukkan data dari lapangan 
  2. Sistem mencatat aktivitas alat secara otomatis 
  3. Data operasional, maintenance, dan inventory saling terhubung 
  4. Dashboard menampilkan kondisi real-time 
  5. Management mengambil keputusan berdasarkan data 
Setiap aktivitas alat berat meninggalkan jejak digital yang bisa dianalisis kapan saja. 

Manfaat Utama HEMS untuk Perusahaan 

Implementasi HEMS memberikan banyak keuntungan nyata: 
  • Meningkatkan utilisasi alat berat 
  • Mengurangi downtime secara signifikan 
  • Mengontrol biaya operasional dengan lebih baik 
  • Meningkatkan transparansi antar departemen 
  • Mempercepat pengambilan keputusan 
  • Meningkatkan profit per unit alat 

Kesalahan Umum Perusahaan 

Banyak perusahaan mengalami kegagalan bukan karena kurang alat, tetapi karena: 
  • Fokus membeli alat baru tanpa optimasi sistem 
  • Tidak memiliki data operasional yang akurat 
  • Mengabaikan idle time 
  • Tidak punya kontrol maintenance yang baik 
  • Tidak mengetahui cost sebenarnya per unit 
Akibatnya, aset besar tidak menghasilkan profit maksimal. 

Mengapa HEMS Menjadi Kebutuhan Wajib Saat Ini 

Industri alat berat sedang bergerak menuju era digitalisasi penuh. 
Perusahaan yang masih menggunakan sistem manual akan tertinggal karena: 
  • kompetitor lebih efisien 
  • margin semakin kecil 
  • tuntutan transparansi meningkat 
  • kompleksitas operasional semakin tinggi 
HEMS bukan lagi pilihan tambahan, tetapi menjadi kebutuhan dasar. 

Kesimpulan 

HEMS adalah fondasi baru dalam pengelolaan alat berat modern. 
Dengan mengintegrasikan asset, operasional, maintenance, dan inventory dalam satu sistem, perusahaan dapat mengubah cara kerja dari manual dan tidak terukur menjadi digital, efisien, dan berbasis data. 
Pada akhirnya, tujuan utama HEMS bukan hanya mencatat data, tetapi: Mengubah alat berat menjadi aset yang benar-benar menghasilkan profit terukur. 

 #AssetManagement #OperationalManagement #MaintenanceManagement #InventoryManagement #DigitalisasiIndustri #IndustrialDigitalization



Jumat, 23 September 2022

Jenis unit dalam bisnis rental alat berat


Ada berbagai ragam unit dalam bisnis rental peralatan dan alat berat tergantung jenis. fungsi, dan dapat juga kapasitasnya , yang masing-masing mempunyai tarif dan perhitungan harga sewa yang berbeda, perbedaan tarif ini juga dapat disebabkan umur alat serta kapasitasnya.


Jenis unit menurut spesifikasi nya :


Unit alat berat yaitu unit spesifik alat berat yang tarifnya dibedakan berdasarkan kapasitas dan juga umur alat, misalnya excavator Komatsu pc 200 akan berbeda dengan komtsu PC 380, atau sesama PC 200 namun berbeda umurnya juga akan berdeda tarifnya, jenis alat ini kebanyakan dipakai dalam pertambangan dan kontraktor sipil, perhitungan sewa alat ini dapat ditentukan dengan lama sewa misalnya berdasarkan HM ( hour meter ), berdasarkan hari kalender, bulan kalender ataupun tahun kalender, namun dalam beberapa kasus juga dapat diperhitungan berdasarkan volume kerja (BCM).


Unit kendaraan berat, berbeda dengan unit alat berat maka pada kendaraan berat ini berbeda fungsinya, terutama pada perhitungan tarif sewanya, kendaraan operasional dan kendaraan berat banyak dipakai pada industri tambang (galian ) atau kontraktor, perhitungan sewa dapat berdasarkan waktu seperti pada alat berat, yaitu berdasarkan hari kerja, bulan atau tahun, namun dapat juga berdasarkan hasil kerja, berdarkan KM jarak tempuh, volume atau berat muatan, jenis muatan dan sebagainya.


Menghitung biaya sewa alat berat ( spesifik )


Perhitungan biaya sewa alat berat spesifik maksudnya alat berat perunit yang perhitungan kerjanya per individu alat, maksudnya excavator yang mempunyai indentitas unit misalnya EX-001 maka perhitungan sewanya berdasarkan kerja EX-001 tersebut apakah  per HM, per hari dan sebagainya.


Perhitungan biaya sewa unit gabungan. 


Pada peralatan terutama spesifik di dunia kontraktor, terdapat beberapa beberapa peralatan yang bekerjanya berdasarkan gabungan unit, misalnya TC ( tower crane ) peralatan ini bekerja merupakan gabungan beberapa peralatan, misalnya tower nya sendiri, boom, dan sebagainya yang penentuan sewanya berdasarkan gabungan unit-unit tersebut, disamping biasanya terdapat tambahan biaya pada saat pemasangan ( instalasi ) awal maupun pada saat pembongkarannya.


Perhitungan biaya sewa peralatan penunjang


Yang dimaksud dengan unit penunjang adalah perlatan yang tidak memiliki indentitas unit secara spesifik dan individual, maksudnya bila pada alat berat ada indentitas EX-001 maka pasti akan tertuju ke unit excavator tertentu, bila perusahaan memiliki 5 excavator dengan spesifikasi dan kodisi yang sama maka akan tetap dibedakan indentitasnya, misalnya EX-001, EX-002, EX-03 dan seterusnya, namun terdapat beberapa peralatan yang tidak diinntifikasi secara individual, misalnya scafolding, alat ini biasanya disewa dalam jumlah banyak, namun tidak diindentifikasi secara individual masing-masing unit, dalam kontrak atau surat jalan pasti disebutkan hanya scafolding misalnya 100 set, maka perhitungan sewanya juga akan per set barang tersebut, nilai konttraknya berdasarkan jumlah set tersebut.


Pada system HEMS maka masing jenis sewa tersebut dapat dilakukan oleh perusahaan rental secara spesifik berdasarkan jenis alat, fugsi dan lain sebagainya, pada artikel berikutnya akan dijelaskan secara rinci satu-persatu, silahkan diikuti.





Rabu, 09 Maret 2022

Pentingnya HEMS sebagai perangkat Manajemen Peralatan bagi perusahaan rental alat berat

 



Manajemen peralatan yang tepat adalah kunci utama keberhasilan bagi perusahaan yang operasionalnya menggunakan peralatan seperti alat berat, kendaraan berat, mesin-mesin, tools, dan kendaraan pendukung lainnya bagi perusahaan seperti perusahaan rental alat berat, perusahaan jasa konstruksi, kontraktor pertambangan, perusahaan pelaksana project sipil dan lain-lain, karena dengan pengelolaan peralatan yang baik dan tepat maka secara langsung akan berpengaruh positif bagi kinerja dan kemajuan perusahaan, bahkan kalau tidak hal ini adalah merupakan key success perusahaan.


Namun ternyata mengelola peralatan dengan tepat bukanlah yang mudah, karena ada sejumlah masalah atau problematika yang pasti ditemui oleh perusahaan, sedikitnya ada … masalah diantaranya :


Unit peralatan


1. Jumlah : unit yang banyak memerlukan monitoring untuk perawatan dan pengelolaan operasional alat.
2. Jenis : dalam jumlah peralatan yang banyak tersebut hamper bisa dipastikan terdapat jenis, merek, tipe, karakter yang juga sangat beragam.
3. Lokasi : tempat peralatan yang tidak dalam satu tempat, dan biasanya tersebar di berbagai tempat yang sangat berjauhan,baik itu tempat penyimpanan ( pool) maupun tempat kerja ( project ) peralatan.
4. Kontak kerja : setiap project memiliki kontrak kerja yang berbeda, begitupun jumlah dan jenis peralatan yang berada di dalamnya.
5. Setiap unit memerlukan bahan bakar setiap hari, sehingga perlu pencatatan dan monitoring penggunaannya.
6. Setiap peralatan tentu saja menggunakan operator yang berbeda, yang tentu saja perhitungan upah dan insentif yang diperhitungkan juga berbeda.
7. Setiap unit memiliki masa legalitas yang berbeda, misalnya STNK. KIR, SILO dan surat perijinan lainnya yang masing-masing memiliki masa expire berbeda pula.


Project


  1.     Setiap perusahaan rental, jasa kontruksi atau kontraktor tambang pasti memilki ikatan kerja ( kontrak ) dengan berbagai perusahaan penyewa atau pengguna, dan setiap kontrak memiliki syarat dan klausul yang berbeda.
  2.     Setiap project menggunakan tidak satu unit dan jenis yang berbeda, dan setiap jenis unit tadi memiliki catatan kerja dan tarif sewa yang berbeda.
  3.     Setiap project memiliki jangka waktu yang berbeda, dan tarif sewa setiap unit kadang berbeda sesuai kesepakatan.


Operasional


  1.  Setiap unit mempunyai cara dan karakter operasional yang berbeda sesuai fungsinya, sehingga setiap unit harus bisa dipastikan akan dioperasikan oleh orang yang tepat.
  2. Setiap unit perlu pencatatan kinerja ( jam kerja ) yang berbeda sesuai fungsi dan jenis kontraknya, dan pencatatan kinerja inilah yang dijadikan dasar utama penentuan biaya unit ( besarnya biaya sewa )..    
  3. Setiap unit perlu diperiksan setiap hari ( P2H ) untuk menjamin kehandalan dan keamanannya.
  4.  Setiap unit harus bisa dipastikan dioperasikan di tempat yang tepat sesuai kontrak kerja.


Perawatan


  1.     Setiap unit harus dapat diketahui kondisinya setiap hari, dan dapat di monitor penanganan masalahnya se detail mungkin.
  2.    Setiap keluhan harus dapat ditangani secepat dan sebaik mungkin oleh tenaga yang kompeten, serta penanganannya dapat di monitor oleh manajemen.
  3.  Penanganan perawatan dan perbaikan harus dilakuakan secara tepat jenis sparepartnya sesuai dengan spesifikasi teknisnya.
  4.  Setiap penanganan perbaikan harus dapat dipastikan perlakukan penggantian sparepartnya.
  5.  Perawatan rutin harus sesuai jadwal dan spesifikasi kerjanya.


SDM ( Tenaga kerja lapangan )


  1. Setiap unit harus dapat dipastikan akan dioperasikan oleh operator yang tepat, sehingga perusahaan tidak dirugikan dengan kerusakan unit karena operator coba-coba.
  2.  Setiap tenaga lapangan ( operator, driver dan mekanik ) harus terdata dengan lengkap jati dirinya serta kemudahan untuk menghubunginya.
  3. Setiap tenaga kerja harus dapat dimonitor kinerjanya karena akan berhubungan dengan system pengupahannya.
Itulah sederet problematikan dalam pengelolaan atau manajemen peralatan, khususnya peralatan berat yang tentu saja diperlukan penangan khusus yang tidak mudah, untuk menangani pengelolaan peralatan yang sedemikian tersebut tetunya diperlukan tenaga ahli yang sulit didapatkan dan biaya yang cukup besar.


Lalu bagaimana solusinya ?



Beruntung saat ini telah ada suatu system karya anak bangsa yang handal telah diuji di perbagai lapangan di sepanjang Nusantara, karena diciptakan oleh ahli yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dalam bidang system informasi manajemen peralatan, beruntungnya system ini dibuat dengan dukungan software berbasis web sehingga sanagt mudah dioperasikan oleh bagian-bagian yang berbeda dalam perusahaan walaupun tempatnya terpisah jauh.


Dan lebih mudahnya lagi karena system ini karya anak bangsa sehingga ditemui kemudahan dalam operasionalnya karena baik pembuat system maupun penggunanya memiliki karakter budaya dan Bahasa yng serupa.


Dan hebatnya lagi system ini walaupun telah memiliki standar yang telah teruju di berbagai bidang manajemen peralatan namun tetap memberikan celah untuk penyesuaian ( modifikasi ) dengan kebutuhan spesifik yang tentunya setiap perusahaan hamper dapat dipastikan memiliki karakter spesifik yang berbeda.


Anda ingin mencoba HEMS, silahkan hubungi 0812.2014.8841 atau kunjungi terlebih dahulu excavator.id


Sabtu, 26 Februari 2022

Mengenal Klasifikasi Alat Berat Operasional

pixabay

 

Konstruksi sebagai pekerjaan yang berat dan memerlukan tenaga lebih. Membutuhkan alat berat untuk menunjang operasionalnya. Karena pekerjaan pembangunan cukup rumit dan memerlukan banyak pekerja. Maka, perusahaan memanfaatkan alat berat untuk mengerjakan proyek agar lebih efektif dan efisien.

Proyek Konstruksi pasti memiliki beragam pekerjaan yang berbeda. Oleh karena itu, alat berat yang digunakannya pun bermacam- macam jenisnya. Tahukah anda, apa itu klasifikasi alat berat operasional?

Alat berat operasional adalah klasifikasi alat berat yang dapat dipindahkan atau dalam pengoperasiannya dapat dialihkan dari satu area konstruksi ke area yang lain. Agar lebih jelas berikut klasifikasi Alat berat operasional.

Mengenal Klasifikasi Alat Berat Operasional

Alat Berat Penggerak

Alat berat penggerak yaitu bagian atau komponen alat berat yang berfungsi untuk menggerakkan  atau mobilitas alat berat atau menerjemahkan mesin menjadu kerja. Klasifikasi ini meliputi komponen alat berat yang membuat alat berat menjadi bergerak.

Crawler

Bentuk alat berat penggerak pertama yaitu crawler. Crawler merupakan sebuah roda dengan bentuk kelabang dan ban karet. Alat penggerak ini berbentuk rantai yang dikendalikan oleh dua atau lebih roda. Dengan menggunakan crawler, alat berat dapat bergerak dengan baik pada permukaan yang lunak sekalipun. Sehingga, roda tidak akan terjebak ketika bergerak.

Belt

Alat penggerak berupa belt merupakan komponen yang terdapat pada conveyor belt.

Ban Karet

Ban Karet juga permasuk pada alat penggerak. Ban Karet berfungsi untuk menggerakkan alat berat untuk berpindah tempat. Alat penggerak ini memudahkan alat berat seperti truk maupun motor grader saat berjalan diatas permukaan. Shingga mobilitas alat berat lebih cepat dan ringan. Apalagi ketika alat berat berada pada permukaan yang keras dan kasar.

Alat Berat Statis

Alat berat statis merupakan bagian atau komponen yang berfungsi untuk menggerakkan alat berat tanpa berpindah tempat.

Tower Crane

Tower Crane yaitu jenis alat berat yang berfungsi untuk memindahkan material konstruksi. Alat ini dapat bergerak secara vertikal maupun horizontal untuk memindahkan material pada area pembangunan. Pekerja tidak mungkin bisa mengangkat material yang berat seperti beton atau yang lainnya. Oleh karena itu, crane sebagai alat berat statis dapat memindahkan beton tersebut pada tempat yang dikehendaki. Contohnya pada pembangunan hotel.

Crusher Plant

Crusher plant merupakan alat berat statis yang berfungsi untuk menghancurkan material besar. Pada proses pembangunan, crusher plant merupakan mesin penghancur. Alat ini bergerak untuk menghancurkan material seperti bebatuan agar menjadi bentuk yang lebih kecil.

Batching Plant

Batching Plant yaitu serangkaian yang berfungsi untuk memproduksi atau membuat campuran (mixer) untuk pembuatan beton. Rangkaian peralatan ini  biasanya ditempatkan pada area kerja tertentu untuk membuat campuran beton, rangkaian mesin Backing plant ini didukungan peralatan lain seperti, dumptruck, dozer, Truck mixer, dan truck mixer pump 

Demikian ulasan mengenal klasifikasi alat berat operasional. Disamping hal itu, untuk memelihara alat berat dengan baik. Perusahaan sebaiknya menggunakan layanan HEMS atau Heavy Equipment Management System. HEMS merupakan sistem manajemen alat berat berbasis web, sehingga lebih terintegrasi dengan teknologi.

Layanan ini memberikan pelayanan 12 bulan untuk pembuatan data base sekaligus membuat sistem yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Unggulnya, setiap perusahaan akan mempunyai sistem yang berbeda- beda. Terlebih lagi, sistem ini dibuat oleh seorang designer web berpengalaman pada bidang konstruksi bangunan. Bagaimana, apakah anda sudah tertarik untuk menggunakan HEMS sebagai sistem manajemen alat berat perusahaan?

Sabtu, 19 Februari 2022

7 Hal yang Harus Diperhatikan Operator Alat Berat

 

pixabay

Menjadi seorang operator alat berat merupakan hal yang keren. Seorang operator alat berat akan mengoperasikan berbagai jenis alat berat konstruksi yang berukuran besar. Anda mungkin sering di area pembangunan.

Ada seorang lelaki mengemudikan excavator dengan hati- hati namun tetap lihai dan tepat saat mengoperasikannya. Meskipun begitu, mengoperasikan alat berat mempunyai risiko yang sangat tinggi.

Itulah sebabnya, mengapa seorang operator alat berat harus memiliki keterampilan khusus. Selain berbahaya untuk dirinya. Alat berat juga bisa berdampak buruk bagi orang di sekitarnya. Apabila tidak dioperasikan dengan benar. Berikut adalah 7 hal yang harus diperhatikan oleh seorang operator alat berat.

7 Hal yang Harus Diperhatikan Operator Alat Berat

Menjaga Komunikasi

Di area pembangunan yang super sibuk dan ekstrim. Seorang operator alat berat harus menjaga komunikasi dengan pekerja lainnya pada lokasi yang sama. Dalam pengoperasian alat berat, operator harus memastikan pekerja lain mengetahui kapan ia menyalakan mesin alat berat sekaligus menggunakannya dalam proses pembangunan. Agar pekerja lain bisa menyingkir dan bekerja dengan kondusif.

Blind Spot

Tahukah anda, bahwa alat berat mempunyai blind spot alias tidak terlihat oleh operator. Bagian- bagian tertentu dari alat berat mempunyai blind spot, sehingga operator tidak bisa melihat ada siapa atau objek apa di dekat bagian tersebut. Nah, operator produksi harus memberitahukan blind spot ini kepada para pekerja.

Mengoperasikan Alat Berat Sesuai Prosedur

Jangan lupa untuk mengoperasikan alat berat sesuai dengan prosedur yang tepat. Prosedur tersebut terdiri dari aturan- aturan dari mulai sebelum menyalakan mesin sampai mematikan mesin alat berat.

Lingkungan Sekitar

Berkaitan dengan adanya blind spot, operator alat berat harus memperhatikan lingkungan sekitarnya. Pastikan berada dalam lingkungan yang kondusif untuk mengoperasikan alat berat tersebut. Jika ada bahaya- bahaya seperti kabel listrik diatas kepala. Maka kabel tersebut harus dirapikan terlebih dahulu. Selain itu, posisi atau permukaan tanah lingkungan tersebut harus menjadi prioritas juga.

Memeriksa Alat Berat

Hal yang harus diperhatikanoleh operator alat berat berikutnya yaitu memeriksa kondisi alat berat yang akan digunakan. Alat berat harus berada dalam level optimal dan siap untuk beroperasi. Operator produksi juga harus memberikan pencegahan akan risiko kecelakaan akibat alat berat.

Mengetahui Batas Muatan

Batasi muatan alat berat. Walaupun terkesan mampu membawa beban banyak, sebagai operator produksi harus mempertimbangkan batas muatan alat berat. Hal tersebut untuk menghindari over pada muatan tersebut.

Mengetahui Tanda Bahaya

Bahaya pada lokasi konstruksi sangat banyak. Bukan hanya dari keberadaan alat berat saja, namun SDM nya pun bisa menjadi sumber bahaya. Oleh karena itu, SDM harus mampu menganalisa dan megetahui tanda bahaya pada lingkungan pembangunan.

Ikuti SOP yang berlaku

Setiap perusahaan mempunyai SOP (Standar operasional perusahaan) yang dibuat untuk melindungi dan keselamatan kerja. Operator produksi sebaiknya selalu bekerja dalam lingkup sesuai SOP.

 

Bagi perusahaan pembangunan, jumlah alat berat yang digunakan sangat banyak. Untuk memudahkan manajemen, kini perusahaan dapat menggunakan program HEMS (Heavy Equipment Management System).

Program berbasis web ini akan memberikan layanan kepada perusahaan untuk memanage alat berat perusahaan anda loh. Untuk isi programnya sendiri akan menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan anda. Lebih unggulnya, HEMS dibuat oleh designer yang berpengalaman dalam bidang konstruksi. Bagaimana apakah anda tertarik?